Jangan Mengemudi Sambil Berponsel

tlpcar.jpgPenggunaan telepon selular pada saat ini telah menjadi kebutuhan penting bagi banyak orang, terutama pada mereka yang memiliki kegiatan berpergian yang cukup tinggi, seperti penjual, dan pekerjaan lapangan yang lain. Ponsel membantu mereka untuk tetap dapat berhubungan dengan kantor mereka, membuat dan atau membatalkan janji serta untuk menghubungi pada saat penting.

Tetapi berponsel pada saat mengemudi dapat menyebabkan pengendara sulit berkonsentrasi dalam menjalankan kendaraannya meskipun mereka telah menggunakan hands-free. Riset telah membuktikan jika anda sedang berkendara tentunya anda membutuhkan konsentrasi, bila kegiatan berkendara anda ditambah lagi dengan kegiatan menerima telepon, tentunya akan menyebabkan terpecahnya konsentrasi dan dapat membahayakan perjalanan anda serta dapat memicu kecelakaan di jalan.

Kondisi di mana anda sangat berbahaya saat menerima panggilan telepon pada saat berkendara antara lain :

  1. kondisi jalan seperti, persimpangan, pada saat jam padat, atau pada saat ada pekerjaan di jalan.
  2. kondisi berkendara yang membutuhkan konsentrasi seperti, pada saat mendahului, atau pada saat berbelok.
  3. kondisi cuaca seperti, hujan atau kabut yang dapat memnurunkan daya pandang.

Apa yang bisa kita lakukan untuk mengurangi resiko berponsel pada saat mengemudi antara lain :

  1. menghubungi operator agar mengaktifkan layanan malibox pada nomor ponsel kita, agar si penelepon dapat meninggalkan pesan.
  2. jika memungkinkan, kita dapat menepikan kendaraan kita dan menerima panggilan dari ponsel kita.
  3. tinggalkan pesan bahwa kita akan menghubungi si penelepon bila kita selesai berkendara atau telah sampai di tujuan.

Selain lebih aman, anda tetap dapat memberikan perhatian pada ponsel anda dan kendaraan anda.

Dasar hukum dari larangan penggunaan ponsel pada saat berkendara adalah Undang Undang No 14 tahun 1992 Pasal 23 ayat (1) yang berbunyi “Pengemudi kendaraan bermotor pada waktu mengemudikan kendaraan bermotor di jalan, wajib : mampu mengemudikan kendaraannya dengan Wajar”.

Pasal 60 (1) yang berbunyi “Barangsiapa mengemudikan kendaraan bermotor di jalan dalam keadaan tidak mampu mengemudikan kendaraan dengan wajar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (1) huruf a dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp. 3.000.000,- (tiga juta rupiah)”.

Agar perjalanan anda aman, sebaiknya kita dapat mempertimbangkan dengan baik apa yang harus kita lakukan pada saat ada yang menghubungi ponsel kita saat kita berkendara. Dengan begitu kita dapat meminimalkan kecelakaan yang mungkin timbul karena kita menerima panggilan dari ponsel kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s