Jangan Mengemudi Dengan Kecepatan Tinggi

ngebut.jpgBerkendara dengan kecepatan tinggi menjadi faktor utama dalam kecelakaan lalu lintas. Analisa dari statistik kecelakaan lalu lintas menunjukkan bahwa situasinya mungkin lebih buruk. Hal ini adalah permasalahan yang harus diperhatikan oleh setiap pengemudi
Bayangkan anda tiba di tempat kerja dan mendengar bahwa rekan kerja anda telah tewas ataupun cedera dalam kecelakaan karena mengebut. Anda telah kehilangan teman dan rekan kerja, dan perusahaan anda telah kehilangan anggota penting dari tim kerja – mungkin untuk selamanya. Maka pribahasa “lebih baik lambat daripada tidak sama sekali” benar benar berarti.

Sangatlah penting untuk mengetahui bahwa mengemudi pada kecepatan yang tidak sesuai dapat memerikan resiko bagi anda dan pengguna kendaraan lain. Kecepatan yang tidak sesuai dibagi dalam :

  1. Mengemudi pada kecepatan yang tidak diperbolehkan, contoh lebih cepat daripada batas kecepatan yang diizinkan/yang tertera pada rambu atau marka jalan.
  2. Mengemudi pada kecepatan yang tidak sesuai mengingat kondisi jalan dan lalu lintas. Contoh, faktor cuaca atau lalu lintas padat. Meskipun kecepatan anda masih berada di ambang batas kecepatan.

Resiko dalam kecepatan tinggi. Mengemudi dengan kecepatan tinggi menaikkan resiko terlibat kecelakaan lalu lintas (contoh, kecelakaan di mana seseorang tewas atau terluka). Tingginya kecepatan membuat perbedaan kemampuan untuk berhenti. Pada kecepatan 50 km/j anda membutuhkan 41 m untuk menghentikan mobil anda, tetapi pada kecepatan 60 km/j anda membutuhkan 58 m untuk menghentikan mobil anda. Hal ini membuat perbedaan cukup nyata pada peluang anda terlibat kecelakaan.

Mengapa kecepatan tinggi memberi resiko dalam kecelakaan?
Riset menunjukkan bahwa resiko kecelakaan meningkat jika anda dalam kecepatan tinggi
karena :

  1. Anda memiliki sedikit waktu untuk memperhatikan bahaya (seperti adanya anak yang menyebrang di depan anda). Jika anda tidak memperhatikan bahaya, anda memiliki sedikit waktu untuk bertindak.
  2. Semakin jauhnya jarak pengereman yang anda butuhkan.
  3. Anda akan kehilangan kendali kendaraan anda. Contoh, pada tikungan.
  4. Pengguna jalan lain mungkin salah menilai kecepatan anda (mereka pikir anda berkendara dalam batas aman) dan membuat kesalahan. Contoh, seorang pejalan kaki yang menyeberangi jalan atau pengendara lain yang akan mendahului kendaraan anda padahal jaraknya tidak memungkinkan.

Bagaimana kecepatan tinggi menyebabkan kecelakaan menjadi fatal ? Semakin kencang anda berkendara ketika terjadi kecelakaan, semakin besar pula dampak yang dihasilkan. Tubuh manusia tidak didesain untuk meredam dampak dari kecelakaan, jadi semakin besar benturannya, semakin besar pula luka yang dihasilkan. Riset menunjukkan bahwa :

  1. Resiko lebih besar pada yang berusia tua karena mereka lebih lemah.
  2. Pejalan kaki tidak memiliki pelindung, maka dampak kecepatan tinggi yang mungkin hanya melukai pemilik kendaraan, dapat membunuh pejalan kaki.
  3. Pada kecelakaan yang melibatkan kendaraan dan pejalan kaki, peluang tewasnya pejalan kaki semakin tinggi pada kecepatan lebih dari 40 km/j.

Kecepatan tinggi menghemat sedikit tetapi menyebabkan dana besar.
Pada tiap perjalanan, berkendara dalam kecepatan tinggi akan menghemat sedikit waktu anda. Contoh, untuk menempuh jarak 10 km, anda akan menghemat 46 detik dengan berkendara pada kecepatan rata – rata 60 km/j s/d 65km/j. Sementara menghemat waktu saat menempuh perjalanan panjang sangatlah mengasyikkan, hal ini berimbang dengan penggunaan bahan bakar yang lebih banyak. Anda membutuhkan lebih banyak bahan bakar jika anda mengemudi dengan kecepatan di atas 90 km/j pada sebuah mobil dan lebih dari 80 km/j pada sebuah truck.

Dampak lingkungan. Ketika anda berkendara pada kecepatan tinggi, kendaraan anda mengeluarkan gas yang menyebabkan polusi udara dan memberikan kontribusi pada efek greenhouse. Kendaraan anda juga mengeluarkan suara berlebih dan menyebabkan polusi suara.

Bagaimana anda membantu diri anda :

  1. Tetap pada kecepatan yang telah terpampang di jalan yang anda lalui.
  2. Perhatikan perubahan batas kecepatan yang diizinkan.
  3. Jika anda menurunkan kecepatan, lihatlah speedometer untuk memastikan bahwa anda telah benar-benar menurunkan kecepatan. Sangat sulit untuk memprediksi khususnya setelah berkendara pada kecepatan tinggi untuk beberapa waktu.
  4. Apakah kendaraan anda telah dilengkapi dengan alat peringatan bila anda melampaui kecepatan tertinggi. Alat ini berguna untuk daerah urban.
  5. Jangan memotong lajur truk, karena truk membotuhkan jarak yang panjang untuk berhenti.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s